ShoutMix chat widget
Showing posts with label PEDOMAN. Show all posts
Showing posts with label PEDOMAN. Show all posts

Saturday, November 27, 2010

Hindari sifat Benci

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan Nama Allah,
Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang.

Maha Suci Allah. Hanya Dialah yang Maha Mengetahui segalanya. Hari itu berkongsi cerita dengan ayah.

Kataku pada ayah, "macam mana nak buat dengan orang yang kita benci?". Lebih kurang begitu pertanyaannya.

Ayah jawab, " Kalo kita benci kat orang, jangan benci 100%, kalo kita suka kat orang, jangan terlalu suka kat orang tu. Sebab satu hari nanti kita akan benci dengan orang tu,"

Betul ke, ayah? Aku mengaru-garu kepala. Ayah.. Andai dirimu tahu.

Aku sediikit bersetuju dengan kata-kata ayah. Dah banyak kali dengar orang cakap macam tu. Teringat pula kisahkku suatu ketika dulu. Aku tak suka betul dengan sum1 ni. Tapi, bila kenal dia dengan lebih rapat.. Aku menemui sesuatu berharga dalam dirinya. Akhirnya, aku merelakan segalanya.

Dan ayah tambah lagi, untuk hadapi orang yang kita tak suka tu.. banyakkan beristighfar bila jumpa dia. Buang jauh2 rasa sakit hati itu. Siapa kita untuk membenci sesama manusia sedangkan kita juga punya banyak kelemahan. Siapa kita untuk membenci seseorang itu sedangakan ibu bapanya berdoa setiap hari untuk anak2 mereka mengharapkan rahmat dan belas kasihan Allah. Aku terfikir lagi. Benar.


Ayah kata, amalkan la bacaan

"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau"
Surah Al:Anbiya' : 87


Apapun, bagi diriku.. Jangan sesekali minta diri dibenci. Perit dan pedih bila diri benci. Sahabat, jangan sekali-kali minta orang benci diri kita.

Aku ingin ingatkan diri ku dan sahabat2, selalulah muhasabah diri. Mungkin kita boleh buat catatan harian perbuatan negatif yang telah dilakukan seterusnya mencari jalan keluar untuk menghindarinya. Ini boleh dilihat sebagai salah satu usaha bermuhasabah terhadap diri.

"Lakukan muhasabah terhadap diri sendiri sebelum orang lain melakukannya terhadap diri kamu, timbanglah dirimu sebelum orang lain menimbangnya dan hiaslah dirimu untuk penampilan yang luar biasa"
-Saidina Umar-

Wallahua'lam

Moga bermanfaat

Friday, May 7, 2010

PERJUANGAN POHON BAMBU


Pada suatu waktu aku merasa sangat jenuh dan bosan dengan kehidupan ini dan ingin berhenti dari semuanya, berhenti dari pekerjaan, hubungan, spiritual... dan berhenti untuk hidup.

Aku pergi ke tengah hutan dan ingin berbicara untuk yang terakhir kalinya dengan Sang Pencipta.

"Tuhan, mohon berikan saya satu alasan untuk tetap hidup dan berjuang?"

Ternyata jawaban Maha Pencipta yang Agung sangat mengejutkan....

"Lihat di sekelilingmu, apakah kamu melihat tanaman Semak dan pohon Bambu?

"Ya," jawabku.

Yang Maha Pencipta mulai bertutur:

"Saat aku menanam benih Semak dan Bambu, aku memelihara mereka dengan sangat baik dan hati-hati. Aku memberi mereka sinar matahari, menyirami dengan air seadil-adilnya. Tanaman Semak tumbuh dengan sangat cepat. Daun-daunnya yang hijau tumbuh rimbun sampai menutupi tanah disekelilingnya. Sedangkan benih Bambu belum memperlihatkan apapun.

Tetapi aku tidak menyerah dan tetap memelihara mereka dengan baik dan adil. Pada Tahun ke-2, tanaman Semak tumbuh makin subur, rimbun dan makin bertambah banyak. Tetapi, benih Bambu tetap belum memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.

Pada tahun ke-3, benih Bambu masih sama seperti sebelumnya. Tetapi, tetap Aku tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke-4 masih sama saja. Aku bertahan untuk tidak menyerah.

Kemudian, pada tahun ke-5, tunas kecil mulai muncul dari benih bambu. Jika dibandingkan dengan tanaman semak, tunas ini sangat kecil dan sepertinya tidak sebanding dengan tanaman semak.

Tetapi 6 bulan kemudian pohon Bambu tumbuh hingga mencapai ketinggian 100 kaki.
Ternyata Bambu menghabiskan waktu 5 tahun untuk menumbuhkan dan menguatkan akarnya. Akar-akar tersebut membuat Bambu menjadi sangat kuat sehingga kokoh menghadapi keadaan alam yang berubah-ubah. Bahkan pohon Bambu sangat berguna untuk kehidupan.

Aku tidak akan memberikan cubaan yang lebih berat dari kemampuannya kepada ciptaanku."

Aku terdiam. Menyemak baik-baik.

"Anakku, apakah kamu sedar, selama ini kamu telah berjuang dan memperkuat akar? Aku tidak menyerah saat menanam benih dan memelihara pohon Bambu, begitu juga denganmu. Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain. Bambu mempunyai fungsi yang berbeda dengan Semak, tetapi tetap mereka membuat hutan menjadi indah. Waktumu akan tiba dan kamu akan tumbuh dengan tinggi."

"Tetapi, seberapa tinggi saya harus tumbuh?" tanyaku.

Maha Pencipta menjawab: "Seberapa tinggi pohon Bambu tumbuh?"

"Apakah setinggi kemampuan dan usahanya?" tanyaku lagi

"Benar Anakku. Berusahalah sebaik dan semaksima mungkin."

Kemudian aku pergi meninggalkan hutan dengan membawa kisah ini. Aku harap kisah ini dapat membantumu melihat bahwa Tuhan tidak pernah menyerah untukmu.

Jangan pernah menyesali setiap hari dalam hidupmu. Hari-hari yang baik memberi kebahagiaan; hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai; keduanya sangat berharga.